Categories
Uncategorized

Apa itu query string?

Jasa SEO Jakarta Terbaik – Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara menghapus query string dari static resource di WordPress. Dengan ini, Anda dapat meningkatkan performa kecepatan situs Anda dan memberikan user experience terbaik untuk pengunjung Anda. Namun, sebelum itu, mari bahas terlebih dahulu apa itu sebenarnya query string.

Apa itu query string?

Terkadang, Anda akan menyadari instruksi untuk menghapus query string ketika menguji performa website Anda dengan menggunakan GTMetrix atau Pigdom.

Lalu, apa sebenarnya query string itu? Sederhananya, query string adalah versi dari sebuah file. Anda dapat mendefinisikannya sebagai URL yang memuat simbol “&” dan “?”. Sebagai contohnya:

https://www.hostinger.com/tutorials/wp-includes/js/jquery/jquery.js?ver=1.12.4

?ver=1.12.4 adalah deretan yang dikenal dengan query string. Developer menggunakan query string untuk cache-busting. Yang mana, itu adalah proses memecahkan isu cache dengan mengidentifikasi versi file di sebuah situs. Dengan begitu, browser tidak akan keliru men-cache asset jika ada asset baru lain yang tersedia.
Mengapa Harus Menghapus Query String?

Query strings sebenarnya penting untuk dynamic resource karena asset, seperti multimedia, CSS, file JavaScript, dan lainnya, lebih sering berubah dibandingkan static resource. Itu lah mengapa identifikasi kedua hal tersebut harus dibedakan untuk menghindari kesalahan caching.

Jika Anda memiliki static resources, Anda tidak terlalu memerlukan query string. Faktanya, static resource dapat menghindarkan server web dari data caching, sehingga membuat website Anda menjadi lambat.

Ingat bahwa website yang lambat akan memberi pengaruh buruk pada performa SEO Anda dan user experience secata keseluruhan.

Mkaa dari itu, kami sangat merekomendasikan untuk menghapus query string dari static resource di WordPress. Kami akan menunjukkan caranya di bawah ini.

Menghapus Query String dari Static Source di WordPress

Di panduan ini, Anda akan mempelajari dua cara, yaitu dengan memodifikasi file functions.php dan yang kedua adalah dengan menggunakan plugin WordPress, dengan menggunakan jasa seo indonesia optimaise.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *