Categories
digital marketing

Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

MandiriBuka Rekening Mandiri Syariah Online – Menentukan risk tolerance merupakan salah satu dasar ketika memutuskan untuk berinvestasi.

Selayaknya, risk tolerance dipertimbangkan secara matang berdasarkan dana investasi, tujuan investasi, instrumen, dan potensi keuntungan.

Ketika kita berbicara tentang risk tolerance, apa yang kita rujuk sebenarnya adalah batasan tingkat risiko yang bisa kita terima dan batas minimum risiko yang bisa kita ambil.

Bila tidak mempertimbangkan potensi keuntungan, memahami cara kerja instrumen investasi yang kita pilih, dan merujuk pada dana investasi yang siap diinvestasikan, investasi bisa saja kurang maksimal.

Nah, sekarang, apakah cara berinvestasi kamu sudah sesuai dengan risk tolerance yang sudah ditentukan? Biasanya, pendekatan terhadap risk tolerance dilakukan dengan analisa yang relatif mendalam.

Hingga saat ini kamu mungkin sudah sering mendengar bahwa:

  1. Kamu masih muda dan sebaiknya berani mengambil risiko
  2. Kamu sudah pensiun dan sebaiknya tidak lagi menanggung risiko

Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

  • Pengaruh Faktor Emosional Terhadap Keputusan Investasi

Meski hal tersebut bisa dikatakan relatif benar, risk tolerance sebetulnya sangat berkaitan dengan sisi emosional.

Contoh, katakanlah kamu memiliki Rp10.000.000 dan hanya sebanyak itulah uang yang kamu miliki saat ini.

Apakah kamu merasa mampu menanggung kerugian sebesar Rp2.500.000 saat kamu ingin agar nominal itu tumbuh hingga sebesar Rp3.500.000 (keuntungan sebesar Rp1.000.000)?

Seorang pakar ekonomi pemenang Nobel, Daniel Kahnemann, menuturkan bahwa seseorang dua kali lebih emosional mengenai kerugian dibandingkan keuntungan.

Dari investasi tersebut, ketimbang rugi Rp2.500.000, karena faktor emosional kamu bahkan bisa saja kehilangan Rp5.000.000 sekaligus.

Itu artinya, ketika kamu rugi Rp2.500.000, secara emosional kamu mungkin ingin uang itu kembali kepada kamu.

Maka, kamu tambahkan lagi investasi kamu sebesar Rp2.500.000 dengan harapan agar bunga dari investasi yang kedua ini mampu mengganti kerugian investasi pertama.

Karena faktor emosional itulah, kamu bisa saja kehilangan uang sebesar Rp5.000.000 sekaligus, bukan?

  • Tujuan Investasi dan Risk Tolerance

Setiap orang tentu memiliki tujuan di balik keputusannya untuk berinvestasi.

Ketika berinvestasi, orang-orang cenderung menyisihkan uang untuk kemudian dibiarkan tumbuh seturut waktu dan mampu memenuhi beragam tujuan seperti traveling setiap tahun, mempersiapkan dana pensiun, mencapai financial freedom, bahkan mempersiapkan dana pendidikan anak di masa mendatang.

Sayangnya, tidak semua orang menentukan risk tolerance bagi dirinya sendiri sebelum memulai.

Kebanyakan investor saham, misalnya, masih banyak yang belum siap berinvestasi karena kondisi pasar yang naik – turun dan berusaha untuk ‘masuk’ ke pasar saham di waktu yang tepat. Itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru.

Di sisi lain, hal tersebut menunjukkan bahwa investor tersebut cenderung berhadapan dengan sisi emosionalnya mengenai kerugian.

Hal itu pun mempengaruhi keputusannya dalam menentukan risk tolerance.

Di peer to peer lending, ditemukan bahwa masih banyak pendana yang menunggu kehadiran peminjam dengan tingkat risiko yang rendah.

Hal itu dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengerti betul bagaimana instrumen pendanaan P2P Lending ini bekerja karena memang masih terbilang baru aktif beberapa tahun belakangan di Indonesia.

Dan karena itulah, mereka merasa bahwa sebaiknya mereka berinvestasi pada peminjam dengan tingkat risiko yang rendah terlebih dahulu.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, apabila kamu sudah menentukan risk tolerance berdasarkan instrumen, tujuan investasi, potensi keuntungan, dan dana investasi, seharusnya kamu sudah sedikit merasa mudah dalam menentukan risk tolerance yang tepat.

Untuk lebih mudahnya, kamu pun sebenarnya bisa merujuk pada riwayat investasi kamu mengenai berapa dana investasi yang dialokasikan untuk suatu instrumen, jangka waktu, dan tingkat risikonya di mobile banking mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *