Cara Budidaya Ikan Hias Bagi Pemula Hingga Tips Breeding Cepat

budidaya kutu air menjadi tren di tengah pandemik COVID-19. Selain mudah dilakukan, membiakkan hewan yang hidup di air ini cukup menyenangkan. Jika seseorang berhasil melakukan breeding dengan cepat dan dipasarkan, ikan hias bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah.

Menurut Pianto, seorang pegiat budidaya ikan hias di Palembang, cara budidaya ikan koi memiliki treatment masing-masing, tergantung jenis ikan yang akan dibudidaya. Sebab ikan hias memiliki cara berkembang biak berbeda.

1. Perawatan air memengaruhi jangka hidup ikan

Memulai bisnis ikan hias sejak tahun 2018, Didi mulanya tidak sengaja mendalami dunia budidaya perairan. Karena hobi yang mengasikan, dirinya mencoba serius menjalankan ternak ikan hias. Menyiapkan modal awal Rp4,5 juta, sekarang ia mampu meraup omzet hingga Rp15-20 juta per bulan.

“Susah-susah gampang. Awalnya pernah saya beli tiga hari mati. Ternyata setelah dipelajari, kesalahannya karena air yang tidak bagus sehingga memengaruhi jangka hidup ikan,” ungkap dia.

Mengawali membiakkan ikan guppy, saat ini Didi berhasil melakukan breeding 35 jenis ikan hias dengan bermacam-macam karakter, motif, bentuk dan ukuran. Menurutnya, kegagalan memelihara ikan hias hanya merugikan waktu.

“Sia-sia waktu kalau gagal, materi sih tidak. Karena budidaya ikan ini paling mudah, asal sudah tahu teknisnya dan punya peralatan. Bahkan dari modal sedikit juga bisa, sesuaikan dengan lahan yang ada, manfaatkan bahan yang tidak perlu beli. Saya breeding ikan medium-low, karena modalnya murah,” jelasnya.

2. Konsumen cenderung memilih ikan guppy, cupang dan main fish

Cukup merogoh kocek seribu rupiah per satu ekor ikan usia tiga bulan, Didi meyakinkan bahwa hasil sepasang ikan yang kawin bisa memproduksi ribuan benih ikan untuk dikembangbiakkan. Kunci utamanya adalah menggunakan air Ph netral, air tanah atau air endapan. Menggunakan air keran menurutnya tidak baik bagi ikan karena mengandung kaporit.

“Jenis ikan molly murah, mudah juga berproduksi. Saya jual ikan molly usia tiga bulan seharga seribu. Tapi minimal beli rata-rata 100 ekor, namanya untuk breeding. Molly juga bermacam, tapi molly termasuk ikan yang beranak di usia lima sampai enam bulan,” tambah dia.

Didi menjelaskan, dirinya beternak berbagai jenis ikan hias seperti main fish, guppy, koki, koi, molly, cupang, tempalo, platy (memiliki bentuk miky mouse di pangkal ekor), cicklid aquatic dan ikan jenis predator lainnyya.

“Tapi kecenderungan konsumen masih memilih guppy, cupang dan main fish. Kalau cupang lebih banyak produksinya, main fish uniknya dia ikan setia dengan pasangan dan memilih sendiri untuk proses kawin. Perawatan air lebih baik memang air tanah atau yang diendapkan tiga hari. Kalau saya beli air dari Sukomoro KM14,” timpalnya.
3. Stres dan jamur merupakan penyakit ikan

Selain perawatan air Ph netral dan rajin dibersihkan agar akuarium tidak kotor, ikan hias cukup diberi makan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari. Makanannya juga mesti bervariatif seperti kutu air, pelet cacing beku dan plankton.

“Ikan bisa stres juga setelah dia punya anak dan jamuran. Supaya air mengalir baik, tambahkan mesin sirkulasi air dalam akuarium. Kalau ikan cupang, airnya bisa ditambah daun ketapang buat memperindah motif, warna lebih mencolok, dan menjaga imunitas tubuhnya,” terang Di

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *