Mengenali Ini Penyebab Batuk

PIMC Pondok Indah Medical Centre – Batuk penyakit umum, tapi jadi alasan nomor satu untuk pergi ke dokter.

Beda gejala, beda juga jenis batuk dan cara menanganinya. Walau kebanyakan batuk sifatnya sementara, bisa saja ini justru menandakan masalah kesehatan serius. Karena itulah mengenali penyebab batuk sangat penting.

Agar Anda bisa melakukan penanganan pertama yang tepat, dan meredakan batuk dengan cepat, berikut 7 penyebab batuk, dilansir dari Health.

Virus pilek

Batuk yang terjadi selama tiga minggu atau kurang biasanya disebabkan virus pilek. Virus mengiritasi ujung saraf di saluran pernapasan sehingga lebih sensitif selama beberapa waktu.

Akibatnya batuk–terutama batuk kering dengan dahak bening–bisa bertahan selama sebulan atau lebih, bahkan setelah gejala virus berakhir, kata Dr. Peter Dicpinigaitis, profesor klinis di A.S

Cara mengobati: Infeksi virus tak bisa diobati, namun Anda bisa mencoba cara alami dengan makan sup ayam. Namun untuk meredakan batuk mengganggu, obat yang mengandung dekongestan atau ekspektoran bisa membantu mengencerkan dahak. Jika batuk berlanjut, hubungi dokter. Begitu kata Dr. Gerard W. Frank, profesor klinis penyakit paru di UCLA.

Postnasal drip

Walau kondisi tubuh normal, tiap hari hidung dan tenggorokan menghasilkan lendir, dan orang secara tak sadar menelannya. Namun jika jumlah lendirnya banyak atau ada gangguan menelan, Anda mungkin akan sadar ada lendir yang terakumulasi di tenggorokan atau menetes dari belakang hidung.

Inilah yang disebut postnasal drip. Seringnya, kondisi tersebut memicu batuk (basah atau kering), yang bisa berlangsung sekitar delapan minggu atau lebih.

Tak ada tes untuk memastikan kondisi ini, kata Dr. Frank, karena gejalanya sangat umum. Postnasal drip bisa disertai pilek, hidung mampet (karena alergi atau terpapar udara dingin), sering berdehem untuk membersihkan tenggorokan, atau sakit tenggorokan.

Cara mengobati: Gunakan tetes hidung yang mengandung saline, dan perhatikan warna lendir. Jika kuning atau hijau, ini tanda adanya infeksi bakteri, yang berarti Anda butuh antibiotik. Selain itu, Anda juga bisa meminum susu atau perasan kunyit untuk meredakan sakit tenggorokan.

Asma

Bila penderita asma cenderung mengalami sesak napas, penderita batuk asma akan mengalami batuk kering terus-menerus, tanpa ada gejala lain. Batuk bisa memburuk di malam hari, selama atau setelah olahraga, ketika menghirup udara dingin atau berada di sekitar alergen, seperti bulu hewan atau serbuk bunga.

Cara mengobati: Selain menggunakan pelega pernapasan (inhaler) atau antihistamin, Anda bisa mencoba berbagai gerakan yoga untuk membantu menyembuhkan asma. Misalnya saja sukhasana, yaitu pose yoga termudah namun sangat efektif mengatasi asma.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *